Membangun ekosistem inovasi nasional yang kuat memerlukan infrastruktur pendidikan yang sistematis. Melanjutkan misi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) mengadakan pertemuan penting dengan Deputi Direktur Jenderal Sektor Pengembangan Regional dan Nasional dari World Intellectual Property Organization (WIPO). Pertemuan internasional ini berlangsung di Jenewa, Swiss, guna membahas tindak lanjut pendirian Indonesia IP Academy. Bagi para pelaku […]
Membangun ekosistem inovasi nasional yang kuat memerlukan infrastruktur pendidikan yang sistematis. Melanjutkan misi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) mengadakan pertemuan penting dengan Deputi Direktur Jenderal Sektor Pengembangan Regional dan Nasional dari World Intellectual Property Organization (WIPO). Pertemuan internasional ini berlangsung di Jenewa, Swiss, guna membahas tindak lanjut pendirian Indonesia IP Academy. Bagi para pelaku usaha dan inovator yang rutin bekerja sama dengan konsultan kekayaan intelektual, kehadiran akademi ini menjadi babak baru dalam peningkatan literasi HKI profesional di tanah air.
Dalam kesempatan tersebut, pihak DJKI menyampaikan berbagai persiapan matang yang telah direncanakan dan diimplementasikan oleh pemerintah Indonesia. Fokus utama saat ini diarahkan pada dukungan manajemen tata kelola serta kesiapan infrastruktur fisik.
“Kami sedang menyusun regulasi nasional untuk mendirikan Indonesia IP Academy,” jelas Sekretaris DJKI. Selain payung hukum, sarana penunjang juga tengah disiapkan secara intensif, salah satunya adalah perpustakaan khusus yang didedikasikan untuk bidang Kekayaan Intelektual.
Delegasi Indonesia juga menyusun beberapa rencana kerja kolaboratif yang dibahas bersama di kantor WIPO selama lima hari berturut-turut. Agenda kerja bersama tersebut meliputi:
Program pelatihan intensif yang diselenggarakan oleh Indonesian Intellectual Property Training Institution (IPTI).
Kolaborasi kurikulum pendidikan langsung bersama WIPO Academy.
Pelaksanaan program bersama untuk mendorong komersialisasi aset intelektual lokal.
Pihak WIPO memberikan apresiasi tinggi dan menyambut baik kemajuan pesat yang ditunjukkan oleh DJKI. WIPO menegaskan telah menyiapkan beberapa program strategis tahun ini untuk mendukung penuh akselerasi akademi tersebut.
Pendirian Indonesia IP Academy dipastikan akan memperkuat kepastian hukum dan kualitas perlindungan brand serta invensi di Indonesia. Sebagai konsultan kekayaan intelektual terkemuka, Biro Oktroi Roosseno mendukung penuh langkah ini demi melahirkan lebih banyak praktisi ahli yang siap mengamankan aset kreatif dan komersial bangsa di kancah global.
(source: http://www.dgip.go.id)


