Rainha Boki Raja: Kisah Perjuangan Ratu Ternate Abad Keenam Belas dalam Film Dokumenter Nominasi FFI Kisah perjuangan sejarah yang luar biasa dari Rainha Boki Raja kini diangkat ke dalam sebuah film dokumenter yang memukau. Karya ini diangkat dari prosa lirik puitis karya Prof. Dr. Toeti Heraty. Proyek seni ini dipimpin oleh Dr. Inda Citraninda Noerhadi […]
Kisah perjuangan sejarah yang luar biasa dari Rainha Boki Raja kini diangkat ke dalam sebuah film dokumenter yang memukau. Karya ini diangkat dari prosa lirik puitis karya Prof. Dr. Toeti Heraty. Proyek seni ini dipimpin oleh Dr. Inda Citraninda Noerhadi selaku Produser Eksekutif dan disutradarai oleh Fendi Siregar.
Selain itu, dokumenter pendek ini didukung oleh tim kreatif yang sangat solid. Sastrawan ternama Linda Christanty bertindak sebagai penulis skenario, sedangkan komposer legendaris Ananda Sukarlan menyusun aransemen musiknya. Dengan Gembong Hardian sebagai Penata Artistik dan aktris legendaris Christine Hakim sebagai Narator, film berformat HD berdurasi 29 menit ini menyajikan teks bahasa Inggris untuk audiens global.
Rainha Boki Raja, atau yang dikenal sebagai Boki Nukila, merupakan putri dari Sultan Tidore. Selanjutnya, beliau menikah dengan Sultan Ternate yang bernama Bayanullah. Setelah wafatnya Sultan Bayanullah, beliau mengambil alih takhta dan memimpin roda pemerintahan sebagai Ratu Ternate abad keenam belas.
Dalam masa kepemimpinannya, sang ratu mengobarkan perang melawan kekuatan imperialisme global pertama di dunia, yaitu bangsa Portugis. Pada masa tersebut, wilayah taklukan Portugis telah membentang luas melintasi Asia, Afrika, hingga Amerika.
Oleh karena itu, beliau mengerahkan seluruh kemampuannya demi menghadapi gejolak politik antara Ternate dan Tidore. Tidak hanya itu, beliau juga berani mendobrak budaya patriarki yang sangat dominan dalam struktur kekuasaan dan masyarakat kala itu.
Ternate merupakan salah satu kerajaan maritim tertua dan terbesar yang berpusat di Maluku Utara. Kerajaan ini terus eksis hingga hari ini dengan sejarah panjang yang membentang selama 750 tahun. Sejak kemerdekaan Indonesia, Kesultanan Ternate memegang status sebagai warisan budaya nasional yang sangat berharga.
Perjuangan epik Rainha Boki Raja kini telah disebarluaskan secara masif melalui berbagai platform media di Indonesia. Sebagai kesimpulan, kualitas tinggi dari produksi film ini berhasil mendapat pengakuan industri perfilman tanah air. Dokumenter ini sukses masuk ke dalam nominasi Dokumenter Pendek Terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) 2024.


